Daftar Novel

Rabu, 09 September 2020

Nanami Chronicles Chapter 4 - Artificial Intelligence [With Ost.]

 




*Blub... Blub... Blub...*

Di sebuah ruang Laboratorium, seorang gadis kecil yang dipenuhi luka sayatan di punggungnya terendam sebuah cairan kimia yang memenuhi tabung yang mengurungnya, beberapa selang terlihat menancap di tubuh gadis itu mulai dari tangan hingga punggungnya.

Sementara itu di luar tabung terlihat seorang Profesor dengan penampilannya yang berantakan sedang melihat gadis itu dari luar tabung bersama rekan Hologramnya.

"Miku..." ucap Profesor Akhmad wajahnya memerah saat melihat gadis kecil di dalam tabung yang sedang dalam keadaan telanjang bulat, "kalau dilihat-lihat tubuh gadis ini indah juga ya!"

"Dasar Pedo..." ucap Miku menggelengkan kepalanya, "tapi itulah yang kusuka darimu Profesor... Eh?! Kenapa aku mengatakan itu?!"

"Yah karena akulah yang memprogrammu seperti itu Miku," ucap Profesor Akhmad sambil menyeruput secangkir Kopi.

"Eh?!" Miku terkejut dan langsung menscan dirinya dan benar saja ada program seperti yang dimaksud Profesor Akhmad di dalam dirinya. "Ke-kenapa aku bisa tidak menyadarinya? Po-pokoknya aku harus segera menghapusnya!"

"Hya! Ha! Ha! Ha!" Profesor Akhmad tertawa terbahak-bahak saat melihat tingkah Miku.

"Prof!"

"A-apa Miku?" Profesor Akhmad sedikit kaget dengan Miku yang tiba-tiba membentaknya.

"Kau tahu! Pedofil adalah penyakit mental yang sangat serius kau harus menjauhinya Profesor!"

Mendengar itu Profesor Akhmad terlihat kesal dan merasa ingin membanting gelas kopi yang digenggamnya.

"Miku, apa kau ingin kuhapus?"

"Menghapusku? apa aku tidak salah dengar?"

"Ya aku akan menghapusmu Miku."

"Fu.. Fu.. Fu.. Jangan membuatku tertawa Profesor!"

"Apanya yang lucu?"

Miku menggoyangkan jari telunjuknya di depan wajah Profesor Akhmad dan berkata, "jangan coba-coba ya Profesor!"

"maksud?"

"Jangan macam-macam atau aku akan melepaskan semua Makhluk Chimera yang terkurung di Laboratorium ini!"

"Apa itu ancaman?" ucap Profesor Akhmad bersiaga. "Baiklah kalau itu maumu aku akan melakukan operasi Armageddon sekarang juga!"

"Dasar cowok tidak peka! Bila kau sebegitunya ingin menghapusku lakukan saja!"

"Tidak peka? apa maksudmu aku tidak mengerti?" ucap Profesor Akhmad bingung, "Oh jadi kau ngambek ya, tenang Miku tadi aku hanya bergurau, aku tidak benar-benar ingin menghapusmu kok."

"Bergurau apanya hmm!" ucap Miku memalingkan wajahnya sambil menggembungkan pipinya.

"Miku... Kau adalah keberadaan yang sangat spesial bagiku, sampai ajal menjemput pun aku tidak akan tega menghapusmu."

"Spesial katamu?" ucap Miku membuka matanya perlahan dan kembali menatap Profesor Akhmad.

"Ya kau adalah keberadaan yang sangat spesial bagiku!"

"Baiklah kali ini aku memaafkanmu Profesor," ucap Miku tersipu malu.

Melihat Miku yang tersipu malu membuat Profesor Akhmad merasa heran karena setahunya AI atau Artificial Intelligence seharusnya tidak memiliki emosi.

"Ekspresi itu,, setahuku Dokter Orochi tidak pernah memasukkan Arsip animasi ekspresi malu padanya," Pikir Profesor Akhmad heran. "Apa hanya perasaanku saja tapi tadi aku merasakan Miku memiliki emosi layaknya manusia, walaupun dia adalah kecerdasan buatan yang bisa berkembang secara otodidak tapi kurasa merasakan emosi adalah hal yang sangat mustahil baginya karena kecerdasan buatan tidak memiliki jantung untuk merasakannya..."

"Profesor?" panggil Miku mendekatkan wajahnya pada Profesor Akhmad. "Ada apa, kau terlihat gelisah?"

"Ti-tidak, bukan apa-apa..."

***

Sementara itu, di salah satu ruangan di Thunder Corporation, yaitu ruangan yang dipenuhi ratusan aquarium berisikan Ikan Gapi, seorang Dokter dengan rambut abu-abu terlihat sedang bersandar di jendela sambil memperhatikan sebuah mobil Van merah yang terparkir di luar pagar beton Thunder Corporation.

Dengan tatapannya yang tajam Dokter berambut abu-abu itu memperhatikan mobil Van merah itu dengan penuh curiga.

Lalu, tidak lama kemudian Dokter Orochi merogoh kantung celananya dan mengambil sebuah bom dengan bentuk Apel Emas, dan tanpa pikir panjang Dokter Orochi melempar bom berbentuk apel emas itu ke mobil Van tersebut dan...

*JDAAARR!*

Sebuah ledakan besar muncul setelah bom Apel Emas itu menghantam atap mobil Van, ledakkan yang dikeluarkan bom Apel Emas itu sangat dahsyat hingga menghancurkan Mobil Van itu berkeping-keping hanya dalam kejapan mata.

"Hei apa yang kau lakukan!" ucap Miku tiba-tiba muncul di belakang Dokter Orochi.

Mendengar suara yang familiar di belakangnya Dokter Orochi lekas menoleh ke belakang dan melihat gadis Hologram yang sedang marah kepadanya.

"Oh Miku, mereka adalah mata-mata, maksudku orang-orang yang di dalam mobil Van merah itu."

"Hmm... Bagaimana kau bisa tahu, bagaimana kalau yang di dalam mobil Van itu adalah orang yang tidak bersalah?"

"Entahlah tapi instingku mengatakan kalau orang yang ada di dalam mobil Van sialan itu adalah ancaman, dan aku sangat percaya dengan instingku karena selama ini instingku tidak pernah salah."

"Huh! Akan kulaporkan kau pada Profesor!" ucap Miku lalu raib di hadapan Dokter Orochi.


To be Continued....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Newest

Peter the Monster Slayer Sword II - Kepergian

Postingan Populer