Daftar Novel

Selasa, 07 April 2020

Nanami Chronicles Chapter 3 - Artificial Soul




"Pak tua, tambah satu gelas lagi!" pinta pria berkulit merah kepada seorang Bartender Tua yang sedang mengelap gelas wine.

"Ini Tuan!" dengan sangat cekatan Bartender Tua itu menaruh segelas bir di meja.

"Terima kasih Pak Tua," ucap Ifrit langsung menegak bir itu. "Fuh ini sudah bir keseratus tapi kenapa aku tidak mabuk juga?"

Setelah bir itu habis Ifrit lekas melempar gelas bir itu ke kepala Bartender Tua yang sedang berdiri di meja Resepsionis.

*PRAANG!*

Gelas bir itu pecah dan membuat kepala Bartender Tua itu bercucuran darah.

Para Makhluk Kegelapan yang tadinya sedang menikmati suasana Bar langsung terdiam dan menatap Ifrit dengan tatapan tajam.

"Apa masalahmu hah!" bentak Bartender Tua lalu melempar gelas yang tergeletak di meja dengan energi kegelapan yang sangat besar.

*DUAKH!*

Dengan mudahnya Ifrit menangkap gelas yang melesat dengan kecepatan melebihi suara.

"Cih!"

"Tak ada satupun minuman keras di Bar ini yang dapat memabukkanku Pak Tua!"

"Berhenti memanggilku Pak Tua, Iblis Terkutuk!"

"Aku bukan Iblis, jangan samakan aku dengan mereka, Anjing!"

"Dark Guardian! Usir Iblis ini dari sini!"

Setelah Bartender Tua mengucapkan itu dalam seketika dua orang berbadan besar dengan energi kegelapan yang sangat pekat muncul dari pintu depan.

"Cih, sampai memanggil Dark Guardian, oke oke aku akan segera pergi dari sini," ucap Ifrit beranjak dari duduknya.

*GRAB!*

Saat Ifrit berjalan melewati dua Dark Guardian tiba-tiba saja salah satu dari dua orang berbadan besar itu mencengkram tangan kanan Ifrit hingga membuat tulang jin berkulit merah itu retak.

"Ukh..." Ifrit menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Pria besar yang mencengkram tangannya. "Beraninya kau!" ucap Ifrit tubuh merahnya tiba-tiba saja diselimuti api.

*BWUSH!*

Tanpa basa-basi pria besar itu mengangkat Ifrit dengan satu tangan lalu membanting Jin Api itu ke lantai.

"Bangsat!" teriak Ifrit kesal lalu saat ia ingin berdiri tiba-tiba saja kaki pria besar itu menghantam wajah Ifrit hingga membuat Jin Api itu terpelanting keluar Bar.

"Bajingan!" Teriak Ifrit api di tubuhnya berkobar dengan sangat kencang.

Lalu saat Ifrit hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggilnya.

"Ifrit..."

Mendengar suara yang familiar di telinganya ia pun menoleh ke belakang dan melihat Kagami yang sedang berdiri di belakangnya.

"Kau...?!"

"Yo! Ifrit sepertinya kau berbuat ulah lagi ya," ucap Kagami dengan santai.

"Kagami, kenapa kau kembali ke dunia ini, bukankah saat ini kepalamu diincar Dark Guardian karena kasus kudeta dulu?"

"Aku kesini karena ada perlu denganmu, Ifrit," ucap Kagami sambil membuka Portal Kegelapan di belakangnya.

"Ada perlu denganku?"

"Ya cepat masuk, nanti akan kujelaskan."

"Baiklah, kurasa kita memang harus segera pergi dari sini sebelum Dark Guardian yang sedang mengincar kepalamu melihatku bersamamu," ucap Ifrit memasuki Portal diikuti Kagami dari belakang.

Saat melewati Portal Kegelapan Ifrit dan Kagami tiba di sebuah Padang Pasir yang sangat luas dengan langit malamnya yang dipenuhi bintang.

"Tempat ini, kenapa dari banyak tempat kau malah memilih tempat sialan ini?"

"Fuh, bukankah suasana malam padang pasir yang sangat luas ini akan membuatmu sedikit merasa nostalgia."

"Nostalgia apanya kau malah mengingatkanku pada hari kesialanku!"

"Hari kesialan?"

"Aku tidak mau membahasnya, ngomong-ngomong Kagami apa yang kau ingin bicarakan padaku?"

"Baiklah aku akan langsung ke intinya saja ya," ucap Kagami sambil melihat bulan yang bulat sempurna lalu tidak lama kemudian ia kembali menatap Ifrit dan berkata, "Ifrit apa kau tahu cara menghidupkan orang yang rohnya sudah terbelenggu di alam kubur?"

"Apa kau bercanda, tidak ada satupun manusia yang bisa kabur dari alam kubur sampai hari kebangkitan tiba."

"Lalu bagaimana dengan orang yang mati suri?"

"Yah mereka yang mati suri kan memang belum benar-benar mati, itu hanya kesalahpahaman manusia belaka."

"Jangan pelit setan sialan, bukankah kau sudah hidup hingga jutaan tahun, setidaknya kau pernah dengar seseorang yang dihidupkan kembali kan?"

"Ya, tapi semua itu hanyalah bualan belaka alias dongeng," ucap Ifrit namun setelah mengatakan itu tiba-tiba saja Ifrit teringat akan sesuatu. "Tunggu dulu, sekitar ratusan tahun yang lalu aku pernah melihat seorang penyembah Iblis dari Eropa yang pernah menghidupkan kekasihnya dengan memanfaatkan energi kegelapan murni."

"Energi kegelapan, kalau itu sih aku juga punya tapi percuma saat roh Nanami mencapai Alam kubur aku tetap tidak bisa menghidupkannya kembali."

"Kau salah dalam satu hal Kagami!" ucap Ifrit menggoyangkan jari telunjuknya di depan wajah Kagami.

"Apa maksudmu?"

"Kegelapan di dalam tubuhmu bukanlah energi kegelapan murni, Kagami."

"Kau menghinaku?" ucap Kagami menatap Ifrit tajam.

"Dengarkan aku sampai selesai tolol!" bentak Ifrit.

"Energi kegelapan murni adalah jiwa buatan yang hanya bisa kau dapatkan dari kematian ribuan umat manusia."

"Kematian ribuan umat manusia ya, jadi dengan membunuh banyak manusia aku dapat menghidupkan Nanami?"

"Ya, tapi untuk mendapatkan jiwa buatan itu kau harus melakukan ritual khusus, yah kau tidak perlu memikirkannya Kagami, kau hanya perlu mengikuti arahanku soal ritualnya serahkan saja padaku."


To be Continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Newest

Peter the Monster Slayer Sword II - Kepergian

Postingan Populer