Daftar Novel

Selasa, 24 Maret 2020

Nanami Chronicles Chapter 2 - Thunder Corporation






Pukul 23:30


Tangerang

Depan Gerbang Thunder Corporation

Sambil membawa mayat Nanami yang berlumuran darah Kagami berjalan mendekati dua robot penjaga gerbang Thunder Corporation.

"Permisi, boleh aku menemui Profesor Akhmad?"

"Maaf, saat ini beliau tidak mau diganggu."

"Tidak mau diganggu ya.. Fuh terima kasih," ucap Kagami lalu menghilang dengan menggunakan jurus teleportasinya.

*ZAP!*

Dalam sekejap Kagami muncul di sebuah Laboratorium yang dipenuhi dengan ratusan tabung yang berisikan makhluk-makhluk mengerikan, makhluk-makhluk tersebut terlihat seperti perpaduan berbagai binatang yang dijadikan satu.

"Bila tidak mau diganggu biasanya orang aneh itu sedang asyik bereksperimen di sini."
Kagami pun berjalan menyusuri Lab yang dipenuhi tabung berisikan monster, di salah satu tabung tersebut Kagami melihat seekor singa yang memiliki buntut menyerupai kepala ular.

Kagami terus berjalan melewati tabung-tabung yang berisikan monster mengerikan, lalu tidak lama kemudian ia menghentikan langkahnya di depan tabung berisikan manusia setengah ular.

"Banyak juga makhluk aneh di tempat ini," pikir Kagami sambil memperhatikan manusia setengah ular yang tertidur dan terkurung di dalam tabung. "Apa ini Project Chimera yang sering dibicarakan Profesor Akhmad?" ucap Kagami lalu kembali berjalan menyusuri ruang laboratorium.

Lalu setelah menyusuri ruang Laboratorium cukup lama Kagami akhirnya menemukan Profesor Akhmad.

Profesor Akhmad terlihat sedang mencongkel mata bercorak aneh dari seorang gadis berumur tiga belas tahun, lalu ia memasukkan bola mata itu ke dalam sebuah tabung kecil berisikan cairan.

"Miku tolong buatkan aku kopi!"

"Profesor sudah kubilang aku ini hanya hologram!"

Sekedar informasi, Miku adalah kecerdasan buatan dengan tampilan proyeksi hologram yang diciptakan oleh Profesor Akhmad, Profesor Akhmad menciptakan Miku karena ia adalah penggemar berat Hatsune Miku dan selain itu Profesor Akhmad juga membutuhkan asisten yang bukan manusia dalam penelitian Labnya.

"Dasar AI tidak berguna lain kali aku akan meng..."

"Prof..." sela Miku.

"Apa?"

"Sepertinya kita kedatangan tamu."

"Tamu?" Profesor Akhmad pun menoleh ke belakang dan ia melihat Kagami yang sedang berjalan ke arahnya sambil membopong seorang gadis yang punggungnya berlumuran darah.

"Kagami apa yang terjadi dengan gadis itu?"

"Ceritanya panjang," jawab Kagami singkat, "Profesor apa aku bisa menitipkan gadis ini padamu?"

"Eh, kenapa?" tanya Profesor Akhmad heran.

"Aku ingin pergi ke kampung halamanku untuk mencari cara menghidupkan gadis ini."

"Menghidupkan gadis ini ya, kalau soal itu sih aku juga bisa."

Saat Profesor Akhmad mengatakan itu tiba-tiba saja energi kegelapan yang sangat pekat merembes keluar dari tubuh Kagami.

"Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu merubah Nanami-ku menjadi Zombie!"

"Hei tenanglah Kagami, aku hanya memberimu saran," ucap Profesor Akhmad berkeringat dingin.

"Ancaman terdeteksi, Profesor aku akan mengaktifkan sistem pertahanan Thunder Corporation!"

"Jangan Miku! Jangan memancingnya!" bentak Profesor Akhmad ketakutan, "orang ini sangat berbahaya, bila kau membuatnya marah tempat ini bisa musnah dalam sekejap!"

"Fuh sudahlah, Profesor aku percayakan gadis ini padamu," ucap Kagami menyerahkan mayat Nanami kepada Profesor Akhmad. "Aku telah menanam energi kegelapan pada gadis ini, jadi bila kau mau macam-macam pada tubuh gadis ini aku akan segera mengetahuinya!" setelah mengatakan itu Kagami pun raib dari pandangan Profesor Akhmad.

"Pria yang menyebalkan, suatu hari akan kubunuh dia!" ucap Profesor Akhmad jengkel, "Miku, tolong taruh mayat gadis ini ke tabung X-13!" Profesor Akhmad menyodorkan mayat gadis itu kepada Miku namun entah kenapa Miku tidak mau meresponnya.

"Prof!" bentak Miku mengagetkan Profesor Akhmad. "SUDAH KUBILANG AKU ITU HANYA AI DENGAN TAMPILAN PROYEKSI HOLOGRAM!"

"Oh iya aku lupa," ucap Profesor Akhmad.

"Oh iya aku lupa!" ejek Miku menirukan gaya berbicara Profesor Akhmad.

"Kau... Dasar robot tidak berguna!" ucap Profesor Akhmad jengkel. "Cih lain kali aku akan membuatkan tubuh untukmu agar aku bisa menghajarmu!"

"Eh..." mata miku terlihat berbinar-binar setelah Profesor Akhmad mengatakan itu, "be-benarkah kau akan membuatkan tubuh untukku Profesor?!" ucap Miku sambil memegang tangan Profesor Akhmad walau tangannya malah menembus tangan Profesor Akhmad.

"Hei kenapa kau tiba-tiba bersemangat?" ucap Profesor Akhmad bingung dengan tingkah Miku, lalu ia menaruh mayat Nanami di samping mayat gadis kecil yang kedua matanya sudah dicongkel oleh Profesor Akhmad, "aneh perasaan aku tidak pernah memprogrammu seperti itu, fuh mungkinkah aku secara tidak sengaja menciptakan sebuah kecerdasan buatan yang bisa berkembang secara otodidak?"

"Dasar pikun, bukankah kau sendiri yang merancangku seperti itu!" ucap Miku memalingkan wajahnya sambil mengembungkan pipinya.

"Hya... Ha... Ha... Ha...!" tiba-tiba saja Profesor Akhmad tertawa terbahak-bahak dan hal itu membuat Miku sedikit takut, "sempurna! Tak kusangka aku sejenius ini! Ha... Ha... Akhirnya aku dapat membuat kecerdasan buatan yang setara dengan otak manusia! Fu... Fu... Fu...! Kau cerdas sekali Akhmad! Semua orang di dunia ini tidak mungkin ada yang dapat menandingi kejeniusanmu!"

"Profesor hentikan kau membuatku takut!"


To be Continued...

[Baca Chapter Berikutnya]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Newest

Peter the Monster Slayer Sword II - Kepergian

Postingan Populer