Daftar Novel

Senin, 23 Maret 2020

Nanami Chronicles Chapter 1 - Awal Kematian





"Hosh.. hosh.. hosh..." Dimalam yang sunyi terlihat seorang gadis berambut pendek yang sedang berlari di tengah ladang tebu, sementara itu di belakang gadis itu terlihat puluhan orang berjas hitam yang sedang mengejar gadis itu.

Dengan nafas terengah-engah gadis itu terus berlari dan sesekali ia menoleh kebelakang dan melihat para pria berjas hitam itu yang semakin mendekat.

Lalu tiba-tiba salah satu dari pria berjas hitam itu melompat dan menusuk punggung Nanami dengan sebuah pisau hingga membuat gadis kecil itu tersungkur bersama pria berjas hitam yang menusuk punggungnya.

"Mati kau bocah terkutuk!" seru pria berjas hitam itu sambil mencabik-cabik punggung Nanami dengan pisaunya.

"Uuuaaaa! Ibuuu!" teriak Nanami kesakitan, gadis kecil itu terus menggeliatkan tubuhnya karena tidak kuat dengan rasa sakit di punggungnya.

"Howard, kurasa kau berlebihan."

"Diam kau! Kau tidak akan mengerti gadis ini telah membunuh adikku!"

*DUAKH!*

Saat kesadaran Nanami mulai menghilang tiba-tiba saja pria berambut 'perak' muncul dan menendang wajah Howard hingga membuatnya terhempas cukup jauh.

"Cih, sepertinya aku terlambat!" ucap Kagami saat melihat Nanami yang terkapar tak bernyawa. "Bukankah kalian anggota CIA?"

Puluhan pria berjas hitam itu terkejut setelah Kagami mengatakan itu.

"Apa tujuan kalian, hah!" ucap Kagami geram. "Kenapa anggota CIA seperti kalian rela jauh-jauh ke Indonesia hanya untuk membunuh gadis ini!"

Setelah Kagami menanyakan hal itu para anggota CIA segera menodongkan pistolnya pada Kagami dengan kaki gemetar.

"Fuh, apa kau pikir mainan itu dapat membunuh makhluk kegelapan sepertiku?" Ucap Kagami lalu menghilang di tengah kegelapan setelah melihat Howard bangkit.

"Me-menghilang!" ucap Howard terkejut, lalu Howard pun menoleh kesegala arah lalu saat ia menoleh ke belakang tiba-tiba saja Kagami muncul dan mencengkram wajahnya dengan tangan kanannya yang di penuhi energi kegelapan.

"Ukh!"

"Ada kata-kata terakhir?"

"Mati kau!" seru Howard sambil membidikkan pistolnya ke wajah Kagami.

*JDAAAR!*

Kepala salah satu anggota CIA itu musnah seketika setelah terkena ledakan energi kegelapan di tangan Kagami.

Setelah membunuh Howard pria berambut putih itu tersenyum sambil melihat tubuh kecil Nanami yang bersimbah darah.

"Aku sudah membalaskan dendammu, Nanami," ucap Kagami tersenyum lembut diiringi air mata yang mulai mengalir membasahi pipinya.

*Dor! Dor! Dor!...*

Tiba-tiba para anggota CIA yang ketakutan mulai menghujani Kagami dengan tembakan, menyadari hal tersebut Kagami pun segera mengeluarkan perisai energi kegelapan dari segala penjuru.

*Cssshh...!*

Peluru-peluru itu pun musnah seketika setelah menghantam perisai energi kegelapan milik Kagami, melihat hal tersebut para anggota CIA segera menghentikan tembakkannya.

"Mengesankan, bila aku terlambat menyadari serangan kalian sedetik saja mungkin sekarang tubuhku sudah berlubang," Ucap Kagami sinis lalu menghilang di tengah kegelapan.

"Menghilang lagi?!" Ucap salah satu anggota CIA.

GRAAA!

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh monster yang membuat puluhan anggota CIA bergidik ketakutan, lalu dari permukaan tanah tempat Kagami menghilang tiba-tiba saja muncul sebuah lubang Dimensi Kegelapan dan dari lubang Dimensi Kegelapan itu muncul puluhan tangan kegelapan yang menggeliat seperti ular.

*BWUSH!*

Puluhan tangan bayangan itu tiba-tiba melesat dan menangkap para anggota CIA yang masih tercengang dengan kehadiran tangan bayangan itu.

"Toloong!" teriak para anggota CIA ketika diseret oleh tangan bayangan itu ke dalam lubang kegelapan, dan lubang kegelapan itu pun menutup dengan cepat setelah semua anggota CIA tertelan kedalamnya.

*Zap!*

Dengan Jurus Teleportasinya Kagami muncul di samping Nanami yang sudah tidak bernyawa, air mata mulai turun membasahi pipi Kagami saat ia melihat punggung Nanami yang berlumuran darah dan dipenuhi luka sayatan.

"Nanami, maafkan aku karena tidak ada disisimu saat dalam bahaya," ucap Kagami sambil mengelus punggung Nanami yang dipenuhi oleh darah dan luka sayatan yang terbuka lebar, "Brengsek! Harusnya aku menyadari pergerakan mereka, andai saja aku lebih memperhatikanmu, hal seperti ini..." ucap Kagami meneteskan air mata dan kini dirinya dipenuhi oleh amarah.

Tidak lama kemudian Kagami mendorong tubuh Nanami hingga menjadi posisi terlentang, dan ia pun tidak bisa menahan tangisnya saat melihat Nanami yang menatapnya dengan tatapan kosong layaknya orang mati.

*BWUSH!*

Tangan kanan Kagami tiba-tiba saja mengeluarkan energi kegelapan yang sangat pekat, lalu ia menengadahkan tangan kanannya yang diselimuti energi kegelapan kelangit.

"Kumohon jangan pergi dariku Nanami!" pikir Kagami lalu ia langsung meremas dada kanan Nanami yang mungil dengan tangan kanannya yang diselimuti energi kegelapan yang sangat pekat. "Tunggu saja Nanami! Aku pasti akan menghidupkanmu kembali!"

*GROOO!*

Energi kegelapan di tangan Kagami mulai bergemuruh dengan sangat kencang, energi kegelapan yang sangat pekat membuat hewan-hewan kecil dan serangga yang berada di dekat Kagami berlari ketakutan.

"HYAAAH!" teriak Kagami mengerahkan seluruh kekuatannya.

***

Tiga jam kemudian....

Energi kegelapan di tangan kanan Kagami mulai memudar dan pada waktu yang sama Kagami memasang ekspresi kecewa bercampur sedih.

"Percuma, arwahnya sudah mencapai alam baka, kalau begini aku tidak mungkin bisa menghidupkannya lagi," ucap Kagami diliputi rasa putus asa.

Tidak lama kemudian sambil menyeka air mata di pipinya Kagami mulai berdiri sambil mengangkat tubuh mungil Nanami dengan kedua tangannya dan saat diangkat terlihat banyak sekali darah segar yang menetes dari punggung gadis itu.

"Tenang saja Nanami, aku masih belum hilang harapan, bagaimanapun caranya aku akan mencari cara untuk menghidupkanmu," ucap Kagami lalu menghilang di tengah kegelapan malam.


To be Continued...

[Baca Chapter Berikutnya]

[Baca Chapter Lainnya]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Newest

Peter the Monster Slayer Sword II - Kepergian

Postingan Populer